Tentang Bambu

“Bro, cerita tentang bambu dong Bro..!”

Ketemu lagi dengan rumahdaribambu.com di akhir pekan yang cerah ini! Ya, dalam seri pertama dari tulisan saya di laman ini, saya akan menulis sedikit tentang Bambu. Sebagai orang ndeso, sudah sejak kecil saya mengenal bambu. Bukan mengenal bambu sebagai material bangunan, melainkan bambu sebagai dirinya yang lain.. halah.. >,< (baca: slumpring, lugut, egrang, dan rebung). Namun demikian, dalam artikel ini kita akan coba mengenal bambu lebih dalam sebagai salah satu alternatif material/bahan yang dapat kita pakai untuk mempercantik bangunan.

Bicara tentang bambu, menurut Gernot Minke dalam bukunya yang berjudul “Building with Bamboo, Design and Technology of a Sustainable Architecture (second and revised edition), paling tidak terdapat enam kelompok jenis bambu yang biasa dimanfaatkan sebagai salah satu material dalam bangunan. Enam kelompok Bambu tersebut adalah:

  1. Bambusa
  2. Chusquea
  3. Dendrocalamus
  4. Gigantochloa
  5. Guadua, dan
  6. Phyllostachys

Bambusa

cerita tentang bambu sebagai material bangunan
bambusa vulgaris

Kelompok/genus bambu ini menurut Minke masih dapat dibedakan lagi menjadi beberapa jenis yang lebih spesifik:

  • Bambusa balcoa
  • Bambusa disimulator
  • Bambusa edilis
  • Bambusa polymorpha
  • Bambusa stenostachya
  • Bumbusa vulgaris
  • Bambusa bambos (L.) Voss
  • Bambusa nepalensis
  • Bambusa oldhami Munro (Green Bamboo)
  • Bambusa vulgaris, Schrader ex Wendland
  • Bambusa vulgaris, Schrader ex Wendland, var. striata

Ciri khas dan keunggulan bambu-bambu yang tergabung dalam kelompok Bambusa ini antara lain: tinggi pohon bambunya bervariasi mulai dari 6 meter hingga yang paling tinggi sekitar 30 meter dengan diameter antara 6 sampai dengan 18 centimeter; habitat hidupnya sebagian besar di Asia (China, India, Asia Tenggara, Asia Timur) kecuali Bumbusa vulgaris yang juga ditemukan di Amerika; beberapa jenis berwarna hijau dan juga terdapat kombinasi dengan warna emas/kuning.

Chusquea

Bambu jenis ini juga dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis bambu Chusquea yang lebih khusus, yaitu antara lain:

  • Chusquea culeou
  • Chusquea culeou Desvaux (“coligüe”,”colihue”, atau disebut juga “culeu” di negara Chile)
  • Chusquea quila Kunth

Beberapa ciri khusus yang dapat ditemui pada bambu dalam keluarga Chusquea ini antara lain adalah: tinggi pohon antara 4 (empat) sampai dengan 6 (enam) meter dengan diameter batang bambu yang cukup kecil yaitu sekitar 4 (empat) centimeter; tanaman bambu jenis ini banyak tumbuh di bagian selatan bumi dan ditemukan di Amerika Selatan dan sebagian Amerika Tengah; batangnya termasuk kuat meskipun bambu ini cenderung berukuran kecil. Dengan ukuran diameter yang kecil batang bambu jenis ini cocok dijadikan elemen pembentuk partisi di interior bangunan, maupun secondary skin (dinding pelapis) di eksterior.

Artikel Terkait:  Pilihan Model Handle Pintu Minimalis Paling Lengkap

Dendrocalamus

Keluarga bambu ini terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Dendrocalamus balcoa (Bambusa balcoa)
  • Dendrocalamus giganteus (Giant bamboo)
  • Dendrocalamus asper
  • Dendrocalamus latiflorus

Nah, masih menurut Gernot Minke, bambu yang terdapat dalam keluarga ini memiliki ciri antara lain: batang bambu besar dan kokoh dengan tinggi dapat mencapai lebih dari 30 meter dan diameter lebih dari 30 centimeter dengan ketebalan batang dapat mencapai 2.5 centimeter; jarak antar ruas mencapai 70 centimeter; banyak ditemukan di Asia Tengah dan Asia Tenggara. Dengan karakteristik ini bambu jenis ini sangat cocok dijadikan sebagai bahan bangunan, khususnya untuk elemen struktural.

Gigantochloa

Keluarga bambu Gigantochola ini dibedakan lagi menjadi beberapa spesies, yaitu:

  • Gigantochloa apus (Bambu apus)
  • Gigantochloa atroviolacea (Bambu hitam)
  • Gigantochloa levis

Bambu dalam kelompok ini memiliki ciri khusus antara lain: tinggi batang bambu mencapai sekitar 15 meter dengan diameter mencapai 10-15 centimeter; dan habitat tumbuhnya sebagian besar berada di daerah Asia Tenggara. Di desa-desa di Indonesia, bambu jenis ini biasanya dipakai sebagai bahan dasar pembuatan perabot rumah dari bambu.

Guadua

Keluarga bambu Guadua merupakan tanaman bambu yang lazimnya hanya tumbuh di benua Amerika bagian selatan, khususnya di Kolombia dan Ekuador. Nama Guadua sendiri diberikan oleh Karl Sigismund Kunth sesuai dengan sebutan penduduk lokal untuk bambu ini [1]. Bambu dalam kelompok ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis bambu yang lebih khusus yaitu:

  • Guadua angustifolia Kunth
  • Guadua aculeata
  • Guadua chacoensis
  • Guadua paniculata Munro
  • Guadua superba Huber

Beberapa ciri khas yang dapat ditemui pada jenis bambu dalam keluarga Guadua ini yaitu: ketinggian batang bambu dapat mencapai 15 hingga 30 meter dengan diameter rata-rata 9-12 centimeter namun dapat juga mencapai 21 centimeter; apabila dilihat dari karakteristik ruas-nya bambu jenis ini memiliki beberapa klaster yaitu “onion” yang memiliki jarak antarruas yang agak panjang dengan karakter cocok untuk menangani gaya tarik, varian “club” dengan jarak antarruas yang pendek yang cocok untuk menangani gaya tekan, “castle” yang tidak terlalu kuat untuk tekan/tarik tapi cocok untuk membuat papan/kerai/teralis, dan “goitred” yang memiliki jarak antarruas tak beraturan (mungkin cocok untuk elemen dekoratif) [2]. Sementara, habitat tumbuh dari bambu ini endemik di Amerika Selatan, seperti di Argentina, Bolivia, Kolombia, dan Ekuador.

Artikel Terkait:  Dan Lok: "Educating is the New Marketing"

Phyllostachis

cerita tentang bambu sebagai material bangunan
phyllostachis bambusoides

Nah, kelompok bambu yang terakhir ini ditemukan tumbuh lebih banyak di daerah sub-tropis seperti China, Jepang, Amerika dan bahkan Eropa. Jenis bambu yang termasuk dalam keluarga Phyllostachis antara lain:

  • Phyllostachis aurea
  • Phyllostachis bambusoides
  • Phyllostachis nigra, var. henonis
  • Phyllostachis pubescens
  • Phyllostachis vivax

Karakteristik yang dimiliki bambu dalam kelompok ini adalah: tinggi batang bambu antara 5 – 21 meter dengan diameter batang dapat mencapai 17 centimeter; asal dari China dan Jepang akan tetapi banyak juga ditanam di Amerika dan sebagian Eropa.

Nah, itulah Bro beberapa kelompok dan jenis bambu yang dapat kita manfaatkan baik untuk struktur bangunan kita maupun untuk elemen pendukung (interior maupun eksterior) dan juga elemen dekoratif. Tertarik untuk mencoba menggunakan bambu di rumah kamu? Cek apakah jenis bambu yang banyak ditemukan di tempat anda adalah bambu yang tepat. Tunggu posting kami selanjutnya di laman rumahdaribambu.com! 🙂

“Makasiiih yaa, Bro…! (T▽T) (y)”

Sampai jumpa pekan depan!

 

 

Referensi:

[1] Minke, G. (2012). Building with bamboo. Basel: Birkhäuser.
[2] Sumber foto bambu dari Wikipedia.

 

News Reporter
Pegawe nyambi, pemerhati arsitektur, stock fotografer, dan linuxer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!