Inilah Beberapa Jenis Sambungan Bambu

Ketemu lagi di hari yang cerah ini, Mas Bro. Pada artikel kali ini saya ingin sedikit berbagi informasi penting terkait bambu apabila ia akan dimanfaatkan sebagai elemen struktural. Selain perlu mengetahui jenis-jenis bambu yang biasa dipakai untuk bahan bangunan, Mas Bro juga perlu tahu sedikit banyak tentang sambungan bambu. Anda ingin memanfaatkan bambu sebagai material bangunan rumah anda? Inilah beberapa jenis sambungan bambu yang perlu anda ketahui.

Sebagaimana dijelaskan di dalam paper berjudul “Bamboo in construction” yang ditulis D.L. Jayanetti & P.R. Follett, secara umum jenis sambungan bambu pada konstruksi bangunan dengan material bambu dibagi ke dalam tiga kelompok besar: Jenis/teknik sambungan bambu tradisional, jenis/teknik sambungan bambu tradisional yang dikembangkan, jenis/teknik sambungan bambu kontemporer/modern. [1]

Teknik Sambungan Bambu Tradisional

Teknik/jenis sambungan bambu tradisional terbagi ke dalam beberapa jenis atau teknik sambungan, baik sambungan tanpa paku semat atau dengan paku semat/angkur, antara lain: spliced joints (sambungan searah/ujung), orthogonal joints (sambungan tegak lurus), angled joints (sambungan bersudut), dan through joints (sambungan tembus).

  • Spliced joints (sambungan searah/ujung)

Untuk membuat sambungan searah/ujung bambu ini, terdapat beberapa jenis potongan bambu yang perlu diterapkan pada ujung batang bambu. Jenis potongan tersebut sebagaimana digambarkan pada gambar berikut ini yang diambil dari laman Bamboo Guadua (Sumber asli: Oscar Hidalgo Lopez, Manual de construcción con bambu) [2]:

inilah beberapa jenis sambungan bambu
Jenis sambungan bambu (Oscar Hidalgo López, 1981)

a. Potongan ujung (top spliced)

b. Potongan bevel (bevel splicing)

c. Potongan  kait (ray splicing)

d. Potongan setengah batang (half bamboo splicing)

e. Potongan ujung dengan batang penyambung internal (splicing with internal union)

f. Potongan ujung dengan sambungan eksternal (splicing with external union)

g. Potongan teleskop (telescope splicing)

 

  • Orthogonal joints (sambungan tegak lurus/vertikal-horisontal)

Untuk sambungan jenis tegak lurus ini, beberapa  jenis sambungan yang umum dipergunakan antara lain: sambungan dengan metode one ear atau two ears, sambungan tutup (flap joint), dan sambungan fish mouth.

inilah beberapa jenis sambungan bambu
Sambungan dengan metode one ear atau two ears (Oscar Hidalgo López, 1981)
inilah beberapa jenis sambungan bambu
Flap joint dan fish mouth joint (Oscar Hidalgo López, 1981)

Sementara itu, sambungan juga dapat didukung dengan penggunaan paku semat (dowel) baik dari bambu/kayu maupun dari besi.

Artikel Terkait:  Tentang Bambu
inilah beberapa jenis sambungan bambu
Sambungan dengan dukungan dowel (Oscar Hidalgo López, 1981)
inilah beberapa jenis sambungan bambu
Sambungan dengan pengait besi (Oscar Hidalgo López, 1981)

Teknik sambungan khusus juga biasa dipakai pada sambungan antara tiang dengan balok, seperti digambarkan pada gambar berikut ini.

inilah beberapa jenis sambungan bambu
Sambungan tiang dan balok (Oscar Hidalgo López, 1981)

 

Teknik Sambungan Tradisional yang telah Mengalami Pengembangan

Beberapa teknik sambungan bambu tradisional dapat dikembangkan atau diperkuat dengan beberapa cara menurut Jayanetti & Follett [1], antara lain:

  • Membuat sambungan pada atau di dekat ruas batang bambu. Membuat sambungan pada area ini terbukti memberikan keuntungan berupa peningkatan kekuatan sambungan;
  • Meminimalkan potongan/lubang. Meminimalkan sambungan dengan potongan/lubang bermanfaat menjaga batang bambu tetap soliddalam bentuk silindrisnya ketika dibebani gaya;
  • Gunakan batang bambu yang benar-benar sudah kering (bukan bambu yang masih hijau);
  • Gunakan perkuatan dengan tali/kawat;
  • Gunakan batang bambu yang telah melalui proses pengawetan.

Teknik Sambungan Bambu Kontemporer/Modern

Selain sambungan bambu tradisional, beberapa jenis sambungan bambu kontemporer/modern yang telah dikembangkan sampai dengan saat ini, seperti dikutip dariJayanetti & Follett [1], bamboo wiki dan bamboocraft yaitu:

  • Interlocking connection
inilah beberapa jenis sambungan bambu
Interlocking connection
  • Bamboo metal clamp/das clamp
  • Arce joint
  • Filled joint
  • Pin connector
  • Konektor pondasi umpak dan tiang (sumber)

Nah, itulah sedikit cuplikan beberapa jenis sambungan bambu baik tradisional maupun yang telah mengalami pengembangan, dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat ya Bro… 🙂

Baca juga artikel lanjutan dari artikel ini: “Jenis Sambungan Bambu yang Wajib Dihindari

 

Sepertinya, bambu menarik juga jika bisa dijadikan pernik lain semacam ini lho.. 🙂

 

Referensi:

[1] Jayanetti, D. L., & Follett, P. R. (2008, September). Bamboo in construction. InModern Bamboo Structures: Proceedings of the First International Conference (pp. 23-32). Taylor and Francis Group, London.

[2] Hidalgo López, O. (1981). Manual de construcción con bambú.Estudios Tecnicos Colombiano LTDA, Bogota.

[3] https://www.guaduabamboo.com/working-with-bamboo/joining-bamboo

[4] http://bamboo.wikispaces.asu.edu/7.+Types+of+Joints

[5] http://www.bamboocraft.net/

News Reporter
Pegawe nyambi, pemerhati arsitektur, stock fotografer, dan linuxer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!