6 Tahap Merencanakan Rumah Impian Sederhana Anda

Tidak semua orang bisa disebut Arsitek. Setidaknya tidak sembarang orang berhak menyandang predikat Arsitek, dan berpraktik profesi sebagai Arsitek dalam konteks spesialisasi profesi pada masa sekarang ini.

Namun demikian, hal ini tidaklah serta merta menghilangkan hak dasar manusia untuk bermukim, merancang, dan memilih ruang tinggalnya sendiri.

Memilih ruang tinggal sendiri, bisa diartikan sebagai suatu rangkaian olah pikir dan olah rasa dan perwujudan daya upaya, mulai dari bercita-cita, berkeinginan, membayangkan, lalu mulai merancang, membuat gambar rumah idaman, hingga membangun rumahnya sendiri sesuai dengan apa yang tergambar dalam benaknya.

Pada tahun 2017, Undang-Undang Arsitek telah diundangkan dan berlaku efektif. Tentunya hal ini menjadi kabar baik khususnya bagi kalangan profesional Arsitek.

Bagi masyarakat, kabar baiknya adalah bahwa Undang-Undang ini ternyata memberikan jalan tengah, sehingga masyarakat yang hendak membangun rumahnya sendiri, ruang bermukimnya sendiri, tidak harus terbentur pada aturan.

Untuk itu, saya memberanikan diri menulis artikel ini. Dalam tulisan ini, saya akan mengangkat tema “6 Tahap Merencanakan Rumah Impian Sederhana Anda”, untuk membantu mewujudkan cita-cita anda. 

Saya mencoba menempatkan artikel ini sebagai semacam panduan sederhana.

Bukan panduan berarsitektur sebagai profesi, melainkan panduan olah pikir, olah rasa, visualisasi, dan pengejawantahan gambaran ruang tinggal idaman yang tadinya hanya ada di dalam kepala agar menjadi nyata.

Anda tidak akan serta merta menguasai ilmu arsitektur hanya dengan membaca artikel ini. Bahkan, saya pun yang telah mengenyam pendidikan di bidang Arsitektur selama lebih dari 4 tahun tidak dapat disebut sebagai Arsitek by profession.

Anggaplah tulisan ini sebagai appetizer penggugah selera, sehingga anda dapat lebih menikmati upaya anda dalam berproses mewujudkan rumah impian sederhana anda.

rumah impian sederhana
Appetizers [ilustrasi] (Sumber: Dara Yakovleva – pixabay.com)
Meskipun menurut banyak ahli, arsitektur baik sebagai proses maupun sebagai produk merupakan bagian dari suatu proses budaya, sebagai sebuah panduan sederhana, pada bagian-bagian selanjutnya dalam tulisan ini saya sebisa mungkin akan menghindari penggunaan jargon maupun istilah yang seakan berada di awang-awang dan sulit untuk dicerna.

Apabila terpaksa harus menuliskan istilah dan jargon tertentu yang memang secara konteks diperlukan, saya akan coba melengkapi dengan penjelasan singkatnya atau minimal terjemahannya.

Atau bila anda memang berminat memahami istilah dan jargon-jargon dalam bidang arsitektur untuk memudahkan anda mengikuti tulisan ini, anda dapat membaca buku “Glosari Arsitektur” dari penerbit ANDI.

Sebelumnya, saya sarankan anda untuk rileks dan menyiapkan segala hal yang anda rasa perlu untuk menemani anda membaca tulisan ini.

Mengingat tulisan ini merupakan tulisan yang cukup panjang, barangkali anda akan membutuhkan kursi armchair atau sofa yang nyaman, kopi, susu, atau cokelat panas, maupun cemilan alakadarnya (apabila anda tidak sedang diet).

Anda sudah siap? Mari kita mulai..

Mencoba mewujudkan rumah idaman anda sendiri bukanlah hal yang mudah. Anda harus mencurahkan pikiran, tenaga, dan waktu secara konsisten agar dapat mencapainya.

Akan tetapi, jangan biarkan hal ini membuat anda mengurungkan niat anda. Berpikirlah secara modular.

Hal ini berguna khususnya saat anda menghadapi persoalan yang rumit, seperti misalnya saat anda ingin merencanakan, mulai membuat gambar rumah minimalis yang anda inginkan, atau mulai membangun rumah impian sederhana anda.

Berpikir modular membantu anda memecah persoalan yang besar ke dalam potongan yang jauh lebih kecil, memudahkan kita untuk mencerna masing-masing bagian masalah dari sebuah masalah yang lebih besar sehingga memungkinkan kita untuk memecahkannya satu demi satu.

rumah impian sederhana
Memecah persoalan menjadi lebih kecil (ilustrasi) (Sumber: pixabay.com)

Untuk itu, saya memecah panduan ini ke dalam beberapa Bagian/Tahap yang lebih kecil agar lebih mudah diikuti.

Pada prinsipnya, terdapat 6 Tahap Penting yang setidaknya perlu dilalui saat anda akan merencanakan rumah idaman anda. Tahapan tersebut yaitu:

1. Memilih lokasi yang tepat
2. Mengenal tapak lebih dekat
3. Menyusun gagasan dalam pikiran
4. Mulai menuangkan ke atas kertas
5. Membuat daftar aktivitas dan Program ruang
6. Drafting

rumah impian sederhana
6 Tahap Merencanakan Rumah Impian Sederhana Anda

Mari kita mulai membahasnya satu per satu..

1. Memilih lokasi lahan yang tepat untuk rumah impian sederhana anda

Salah satu hal pertama yang seringkali cukup menantang bagi kebanyakan orang ketika berniat untuk merencanakan rumah idamannya adalah pemilihan lokasi.

Memilih lokasi yang tepat untuk rumah tinggal impian anda bisa jadi tricky.

Namun demikian, apabila anda belum memiliki bayangan mengenai lokasi dimana anda akan membangun rumah tinggal anda, janganlah hal ini menghalangi anda dari berproses lebih lanjut dalam merencanakan rumah idaman anda.

Untuk sementara, anda hanya perlu fokus pada beberapa aspek yang perlu dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih lahan sehingga anda tidak menyesal kemudian.

Beberapa aspek tersebut antara lain aspek teknis seperti kondisi dan posisi tanah misalnya apakah tanah merupakan dataran atau tanah yang berkontur yang berlokasi di daerah perbukitan.

Mengetahui kondisi dan posisi tanah penting karena akan mempengaruhi jenis dan komponen struktur bangunan rumah tinggal yang akan kita rencanakan.

Selain aspek teknis, anda juga perlu mempertimbangkan aspek sosial. Faktor keamananan lingkungan sekitar, kenyamanan, maupun aksesibilitas lokasi.

Untuk melakukan pengecekan lokasi secara teknis, lebih aman dilakukan dengan mengajak rekan, kenalan, teman yang ahli di bidang teknik sipil untuk melihat kondisi tanah kavling anda.

Sedangkan apabila anda melakukan pengecekan sendiri, secara sederhana anda perlu mengamati beberapa hal antara lain:

a. Perhatikan beberapa sifat tanah yang terdapat di lahan milik anda, khususnya kedalaman tanah kerasnya.

Hal ini terkait erat dengan sistem struktur bawah yang diperlukan untuk bangunan rumah anda.

Untuk rumah sederhana dan kedalaman tanah keras yang relatif dangkal, jenis pondasi dangkal seperti pondasi batu kali sudah cukup untuk menopang beban mati dan beban hidup bangunan.

rumah impian sederhana
Pekerja konstruksi sedang membuat struktur pondasi [ilustrasi] (Sumber: PIRO4D – pixabay.com)
Cara sederhana yang dapat anda lakukan dalam tahap ini adalah dengan mengamati rumah-rumah yang sudah lebih dulu ada di sekitar lokasi.

Perhatikan bagian pondasi bangunan, dan bagian dinding bangunan apakah terdapat tanda-tanda pergeseran tanah pernah terjadi (settlement). Tanda-tanda pergeseran ini dapat dilihat antara lain dari adanya retakan pada dinding yang diakibatkan penurunan tanah.

Hal ini penting untuk dilakukan khususnya apabila lokasi lahan berada pada daerah perbukitan mengingat adanya resiko pergerakan tanah yang lebih tinggi daripada lokasi dataran.

Khusus di kawasan perkotaan yang cenderung padat penduduk dan bangunan, perhatikan apakah rumah disekitar lebih banyak menggunakan sumur bor ataukah sumur biasa.

Pengambilan air tanah berlebih khususnya pada area padat penduduk berpeluang membuat tanah mengalami settlement atau penurunan, yang akhirnya dapat mempengaruhi struktur bangunan.

Menurut Lambe, T. W., & Whitman, R. V. (1969), beberapa masalah struktural terkait kondisi tanah tidak dapat dilepaskan dari beberapa karakter tanah [1], yaitu:

  • Tanah tidak memiliki hubungan linear ataupun unik terkait properti/sifat stress-strain (tegangan-regangan) yang dimilikinya;
  • Perilaku tanah bergantung pada tekanan (beban mati dan beban hidup), waktu (durasi, kala/musim), dan lingkungan sekitar;
  • Pada dasarnya kondisi tanah pada lokasi yang berlainan adalah berbeda/unik;
  • Terkait dengan persoalan mekanika tanah, tanah yang terlibat dalam proses ini tidak dapat diamati secara menyeluruh di lokasi melainkan dengan pengamatan pada sampel-sampel tertentu saja;
  • Mengingat tanah (sampel) sangat sensitif terhadap pengaruh dari luar, hal tersebut menimbulkan konsekuensi bahwa sifat/properti tanah yang dievaluasi melalui pengukuran di laboratorium kemungkinan berbeda dengan tanah yang terdapat di lokasi.

Untuk itu, memang sebaiknya anda mengamati tanah pada lahan yang anda miliki dengan seksama.

Paling tidak, dengan membandingkan dengan kondisi tanah di lingkungan sekitarnya gambaran secara umum kondisi tapak dapat kita ketahui lebih awal sehingga desain yang kita kembangkan akan optimal.

rumah impian sederhana
Retakan dinding dan sloof akibat pergeseran tanah yang perlu dicermati

Apabila anda tertarik dengan pembahasan mengenai karakteristik tanah lebih lanjut, anda dapat mempertimbangkan untuk memiliki dan membaca buku “Konsep dan Aplikasi Mekanika Tanah” ini, atau buku “Analisa Struktur” ini.

b. Anda perlu mengamati atau mendapatkan informasi dari penduduk sekitar mengenai kondisi tanah di lahan anda setidaknya pada dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

Mengetahui kondisi tanah yang akan menjadi tapak bagi rumah impian sederhana anda memudahkan anda mengantisipasi masalah yang mungkin muncul di kemudian hari.

Masalah-masalah seperti genangan, banjir, pengikisan tanah akibat air hujan, tanah terlalu kering, dapat anda petakan lebih dini, sehingga anda dapat menempatkan ruang-ruang yang anda butuhkan dengan lebih baik.

Apabila anda memiliki informasi yang lengkap mengenai kondisi lahan anda baik di musim kemarau maupun musim hujan, itu dapat membantu anda menentukan komponen rumah yang anda pikir harus ada.

Artikel Terkait:  Rumah Minimalis di Indonesia: Betulan Minimalis?

Lahan yang mendapatkan banyak aliran air baik langsung dari hujan maupun dari lahan lain di sekitarnya pada musim hujan, bisa menjadi alasan bagi anda untuk memikirkan pola drainase yang baik.

Lebih jauh lagi, bisa saja hal ini membersitkan ide di dalam kepala anda untuk memanfaatkan air hujan dengan sistem rainwater harvesting (sistem untuk memanen air hujan sehingga dapat dimanfaatkan untuk keperluan kita di saat yang lain).

c. Anda perlu mempertimbangkan juga berbagai aspek sosial lain.

Ketika memilih lokasi untuk rumah idaman anda, anda juga perlu memikirkan aspek sosial lainnya. Keamanan, kenyamanan lokasi merupakan salah satu bahan pertimbangan yang juga penting.

Faktor keamanan lingkungan misalnya, dapat mempengaruhi bagaimana anda membuat desain pagar di rumah anda, atau desain dan perletakan pintu.

Pola sirkulasi yang terdapat di lingkungan tapak serta pola aktivitas harian pada tapak, merupakan salah satu hal penting untuk dipikirkan sehingga anda dapat mengoptimalkan tapak rumah tinggal anda.

Apabila anda tertarik dengan bahasan ini lebih lanjut, anda dapat membaca artikel pendek saya mengenai optimalisasi tapak rumah urban pada lahan terbatas.

Selain dua hal di atas, faktor aksesibilitas lokasi juga perlu anda pertimbangkan masak-masak. Apabila anda memilih lokasi yang jauh dari tempat biasa anda menjalankan aktivitas sehari-hari, misalnya tempat kerja anda, tentunya ongkos tranportasi menjadi sangat mahal.

Namun demikian, tantangan yang biasanya dihadapi oleh anda yang sedang mencari lokasi lahan/tanah yang paling optimal (aksesibilitas cukup baik, dan harga lahan masih relatif terjangkau) khususnya di daerah perkotaan sangatlah besar.

Hal ini terlebih lagi di kota besar seperti Jakarta. Saran saya, rajin-rajinlah mencari informasi dari berbagai sumber yang dapat diandalkan. Salah satunya misalnya dari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan terkait harga lahan dan harga properti.

Seperti misalnya untuk daerah Jabodetabek, sekelompok ilmuwan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) telah melakukan penelitian untuk memetakan range harga lahan di Jabodetabek.

Laman rumahdaribambu.com pun telah mengulas hasil penelitian mereka dalam tulisan yang membahas harga lahan termurah di Jabodetabek ini.

Nah, tahap pertama ini barulah tahap awal. Tahap berikutnya, akan lebih jauh membahas pengenalan tapak rumah impian sederhana anda secara lebih detail.

Perbaiki posisi duduk anda dan teruskan membaca 🙂

2. Mengenal tapak lebih dekat

Pengenalan terhadap karakteristik tapak, selain perlu dilakukan dalam konteks fisik tanah maupun lokasinya sebagaimana telah dijelaskan pada poin pertama di atas, juga perlu dilakukan secara lebih detil untuk mengenali iklim mikro (micro cilmate) di dalam tapak.

Pengenalan tersebut juga dilakukan untuk mengenali luasan tapak dan pola sirkulasi dalam tapak yang mungkin, sehingga pemanfaatan tapak dapat optimal.

Terakhir, pengenalan tapak juga perlu dilakukan untuk memahami pola aktivitas dan sirkulasi di sekitar tapak.

Hal ini penting diketahui sehingga anda dapat menentukan pola sirkulasi dalam tapak kaitannya dengan lalu lintas di luar tapak (hal ini akan sangat terasa bila lokasi lahan anda berada di sisi jalan yang cukup ramai).

Sebagaimana telah saya singgung sedikit dalam tulisan saya sebelumnya mengenai “Menyiasati Tapak Rumah Urban pada Lahan Terbatas“, anda perlu memperhatikan beberapa hal seperti: luasan tapak, bentuk tapak, arah hadap/orientasi tapak terhadap mata angin, serta kondisi bangunan di kanan-kiri tapak.

Hal ini terkait erat dengan kualitas lingkungan tapak yang membentuk iklim mikro tapak.

Tapak dengan bentuk persegi dan memanjang yang menghadap arah barat-timur misalnya yang berlokasi di Indonesia (negara tropis), tentunya menyebabkan sepanjang bagian tapak akan mendapatkan sinar matahari yang cukup banyak.

Bentuk yang memanjang juga secara tidak langsung “memaksa” pemilik untuk merancang rumahnya sedikit memanjang mengikuti bentuk tapak.

Apabila lokasi bangunan berada di sebelah selatan garis Khatulistiwa, hal ini menyebabkan sisi bangunan bagian utara akan mendapatkan sinar matahari lebih banyak sepanjang tahun, dan menyebabkan temperatur yang lebih hangat di bagian utara bangunan.

rumah impian sederhana
Pengaruh bentuk dan orientasi tapak terhadap iklim mikro tapak dan bangunan

Orientasi tapak dan orientasi bangunan ternyata juga berpengaruh terhadap iklim mikro tapak dan bangunan sendiri.

Bagi anda yang mengenal bangunan-bangunan tradisional atau prinsip-prinsip membangun yang diwariskan dari orang-orang tua kita mungkin akan menemukan hal-hal menarik. Sebagai contohnya pada bangunan tradisional Jawa, dikatakan bangunan akan lebih sejuk karena mendapatkan angin semilir dari arah pantai selatan.

Hal ini ada benarnya. Kalau anda pernah berkunjung di rumah tradisional Jawa misalnya, biasanya anda akan merasakan temperatur ruangan yang lebih sejuk padahal ruangan tidak memasang pendingin ruangan. Hal yang sama juga terjadi pada rumah tradisional lainnya.

Sebagaimana telah ditulis di laman ini dalam artikel “Dua Hal Penting bagi Rumah Urban Anda: Udara dan Cahaya“, memperhatikan iklim mikro tapak dan bangunan dapat dilakukan dengan memperhatikan aliran udara pada tapak dan pola pergerakan sinar matahari yang jatuh pada tapak.

Apabila anda ingin mendapatkan informasi lebih jauh mengenai tips dan trik terkait penerapan fisika bangunan untuk mendapatkan iklim mikro yang baik, anda dapat mempertimbangkan untuk membaca buku “Fisika Bangunan” dari penerbit ANDI.

Selain aspek iklim mikro dan fisika bangunan, bentuk dan luasan lahan yang akan menjadi tapak rumah impian sederhana anda juga penting dikenali lebih dekat, dalam kaitannya dengan aturan-aturan tata kota.

Setiap akan membangun bangunan baik rumah tinggal maupun bangunan lain, ada sederet aturan yang wajib ditaati. Beberapa hal yang perlu anda cermati sejak awal adalah adanya peraturan sempadan, baik sempadan bangunan, sempadan jalan (bila tapak bangunan berada di sisi jalan), sempadan sungai (bila tapak bangunan berada di dekat aliran sungai), dan batas bebas bangunan samping serta belakang.

rumah impian sederhana
Bentuk tapak dan berbagai garis sempadan yang melingkupinya.

Pengenalan lain yang perlu adalah pengenalan pola aktivitas harian, mingguan, dan bulanan di sekitar tapak. Pola pergerakan arus lalu lintas juga penting untuk dicermati.

Tempatkan akses masuk utama ke dalam tapak atau Main Entrance (ME) pada lokasi yang paling optimal (biasanya yang terdekat dengan jalur pergerakan utama/jalan raya). Perhatikan agar jangan sampai keberadaan akses masuk utama tidak nyaman dan aman secara sirkulasi.

Sementara itu, akses masuk servis atau Side Entrance (SE) dapat ditempatkan pada bagian tapak yang arus lalu lintasnya lebih sepi lalu lintas.

Perhatikan pula segala peraturan yang ada terkait sirkulasi ke jalan raya. Misalnya jika tapak anda berada persis di sisi jalan arteri primer yang mempersyaratkan pergerakan tinggi yang tidak boleh terganggu oleh jalan dan akses keluar masuk kendaraan secara langsung, maka sebisa mungkin anda menghindari akses keluar masuk tapak yang langsung memotong lalu lintas jalan arteri.

Nah, untuk dapat mengenali tapak dengan lebih baik, anda dapat menerapkan trik “on-site feel“. Dengan demikian anda dapat benar-benar merasakan suasana dan kondisi tapak calon rumah idaman anda sebenar-benarnya, bahkan jauh sebelum rumah anda berdiri di tempat tersebut.

Mungkin jika anda tertarik dengan perencanaan tapak (site design) lebih lanjut, buku panduan tentang Penggunaan Google Sketch Up untuk Perencanaan Tapak ini akan berguna bagi anda.

3. Menyusun gagasan dalam pikiran

Langkah berikutnya yang dapat anda lakukan saat berproses merencanakan rumah idaman anda sendiri yaitu mulai menyusun gagasan dalam benak anda mengenai konsep desain ruang bermukim anda nantinya.

Hal ini dapat anda mulai dengan memperbanyak kosa “visual” khususnya yang terkait dengan arsitektur. Meskipun demikian, upayakan jangan membatasi diri pada kosa “visual” arsitektur saja.

Pada banyak kesempatan, sebagaimana pada arsitek-arsitek profesional, seringkali gagasan justru berasal dari kosa visual di bidang yang lain misalnya berasal dari bidang seni, maupun biologi.

Contohnya salah satu arsitek kenamaan Frank O. Gehry misalnya. Banyak karyanya yang ternyata terinspirasi dari hal-hal di luar arsitektur, seperti metafor sisik ikan yang dapat dilihat pada Museum Guggenheim Bilbao di Spanyol dan figur penari pada The Dancing House (di Prague).

rumah impian sederhana
Saya, berfoto dengan latar belakang The Dancing House karya Frank O. Gehry di Prague.

Memperkaya kosa “visual” anda dapat dilakukan dengan membaca majalah-majalah arsitektur, seni visual, majalah geografi, dan berbagai majalah lain. Bisa juga dengan sekedar melihat-lihat foto-foto menarik di majalah-majalah.

Anda juga dapat menjelajahi laman-laman yang menawarkan berbagai informasi menarik seputar arsitektur seperti laman Archdaily,  Arsitag, dan berbagai laman terkait lainnya. Rajin-rajinlah juga menjelajah laman lain yang berisi foto-foto menarik, seperti Pixabay, Flickr, maupun laman geografi misalnya National Geographic.

Artikel Terkait:  Seperti Apa Sih Skema Bisnis Perumahan Syariah dan Property Syariah, Mungkinkah Dijalankan?
rumah impian sederhana
Laman archdaily (Sumber: archdaily.com)

Anda juga dapat melakukan traveling ke berbagai tempat menarik untuk menemukan ide-ide bagus, sekaligus mengasah rasa ruang  dan kepekaan terhadap situasi atau suatu event/kejadian, misalnya dengan mengambil foto-foto menarik.

Setelah itu, untuk menggenapkan kosa “visual” yang sudah anda peroleh, saran saya pergilah mengunjungi beberapa karya arsitektur dari beberapa Arsitek.

Saya menyarankan anda untuk mencoba merasakan ruangnya, sekaligus mengamati dan menyentuh detil-detil yang ada.

Lihatlah bagaimana Arsiteknya menempatkan bukaan-bukaan dinding. Lihatlah bagaimana detail-detail desain pintu dan jendela, dan coba pahami mengapa elemen tersebut didesain sedemikian rupa.

Sangat mungkin anda akan kembali dengan membawa pengalaman dan pengetahuan baru mengenai bagaimana suatu bagian dari bangunan dirancang dan permasalahan apa yang mendasarinya.

Kalau anda rasa konten yang ditawarkan rumahdaribambu.com bermanfaat bagi anda dalam mencari inspirasi, anda juga dapat subscribe atau bookmark laman rumahdaribambu.com dan mengikuti halaman Facebook kami.

rumah impian sederhana
Mengunjungi Heidi Weber Museum di Zurich, Suisse pada saat liburan kuliah
rumah impian sederhana
Mengunjungi Wisma Kuwera di Jogja, kediaman sekaligus karya Arsitek YB. Mangunwijaya
rumah impian sederhana
“Lompatlah Nak” – foto saya ambil di sebuah desa di Magelang di dekat Borobudur. Fotografi human interest dapat membantu anda mengolah rasa dan kepekaan.

4. Mulai menuangkan ke atas kertas

Setelah anda mendapatkan banyak gagasan di kepala anda, anda dapat mulai melanjutkannya ke tahap berikutnya.

Tahap ini merupakan tahapan dimana anda mulai menuangkan gagasan-gagasan anda tersebut ke atas kertas. Pada tahap awal, jangan pedulikan apakan gagasan anda tersebut dapat diterapkan atau tidak. Pada tahap ini, anda juga tak perlu merisaukan tentang gambar rumah idaman minimalis anda.

Tuangkanlah sebanyak mungkin gagasan yang ada tanpa harus terbebani pertanyaan seperti: “apakah gagasan ini akan dapat diterapkan/bekerja?” atau hambatan-hambatan pemikiran seperti “ide ini akan terlalu mahal untuk diterapkan“.

Pada tahap awal ini, bebaskanlah pikiran anda. Anggaplah anda memiliki kemampuan dan semua sumber daya untuk mewujudkan semua gagasan anda. Jangan biarkan ide-ide brilian hilang dan musnah bahkan sebelum anda mencoba mengevaluasinya di atas kertas lagi dan lagi.

Setelah semua gagasan dan ide yang anda dapatkan dari proses sebelumnya anda tuangkan semuanya ke atas kertas, saatnya anda membuat sebuah Transformasi Desain.

Setiap mahasiswa Jurusan Arsitektur akan diajari bagaimana cara membuat Transformasi Desain ini di kampusnya. Meskipun demikian, pendekatannya bisa jadi berbeda antar kampus. Pun beda mazhab dalam berarsitektur juga dapat mempengaruhi perbedaan pendekatan dalam Transformasi Desain (pengikut form follow function biasanya akan berbeda dalam menyikapi transformasi desain dibandingkan form as an expressions).

Namun dalam tulisan ini saya tak akan membahas hal tersebut lebih jauh. Saya hanya akan memberikan gambaran sederhana saja mengenai bagaimana ide-ide anda tersebut ditransformasikan di atas kertas menjadi konsep yang utuh dan dapat diterapkan.

Sketsa merupakan alat yang sangat penting dalam tahapan ini. Tapi jangan khawatir, tidak ada keharusan untuk pandai menggambar untuk dapat melalui proses ini. Bahkan beberapa arsitek nampaknya memiliki coretan sketsa yang carut marut, meskipun bila diperhatikan betul-betul, setiap sketsa mereka menunjukkan karakter yang kuat.

rumah impian sederhana
Sketsa konsep bangunan MIT Stata Center oleh Frank O. Gehry (Sumber: http://sites.psu.edu/arch311ws15/2015/05/03/stop-using-your-computerwhy-cad-should-not-be-a-starting-point/)

Anda dapat memulai membuat transformasi desain dengan melakukan analisa terhadap lokasi tapak anda terhadap skala yang luas yaitu Kota anda. Setelah itu anda melihat tapak anda relatif terhadap lingkungan sekitar. Sertakan konteks lingkungan sebagai bahan pertimbangan.

Sebagai contoh, bangunan-bangunan rumah yang ada di sekitar lokasi tapak anda sebagian besar merupakan rumah sederhana dan hanya menggunakan dinding bata biasa tanpa diplaster di bagian luarnya.

Pertanyaannya kemudian, apakah anda akan membuat bangunan yang memiliki karakter yang menyatu dengan lingkungan sekitar misalnya melalui penerapan dinding bata ekspose, ataukah anda memilih untuk tampil berbeda dengan bentuk rumah yang lebih megah daripada lingkungan sekitar?

Pilihan memang kembali kepada preferensi anda. Namun demikian, ada baiknya kita mencoba menyerap dan memahami konteks lingkungan sekitar dan merefleksikannya pada bangunan rumah impian sederhana anda nantinya.

Hal ini bukan berarti anda tidak boleh merencanakan dan merancang bangunan rumah anda dengan menggunakan material-material terbaru yang merupakan hasil industri besar seperti kaca, alumunium, dan sebagainya.

Anda bisa saja pada akhirnya memilih konsep menggunakan material yang sama sekali berbeda dengan material yang terdapat di lingkungan anda, namun tetaplah jeli dalam menerapkannya pada bangunan.

rumah impian sederhana
Pemilihan material yang kurang pas pada sebuah bangunan di 20 Fenchurch Street, London (Sumber: quora.com)

Berikut ini contoh (dummy) Transformasi Desain, yang berisi analisis lokasi tapak terhadap kota, orientasi tapak, bentuk tapak dan kemunginan bentuk dasar bangunan, bentuk massa bangunan dari samping, dan foto bangunan untuk membantu pengembangan gagasan/ide awal.

rumah impian sederhana
Contoh transformasi desain (dummy)

5. Membuat daftar aktivitas dan program ruang untuk rumah impian sederhana anda

Tahap berikutnya ini adalah tahap yang sangat penting bagi anda ketika anda merencanakan rumah anda sendiri.

Anda perlu membuat daftar aktivitas harian semua anggota keluarga atau penghuni rumah dan melihat waktu maupun durasi dari masing-masing aktivitas tersebut.

Beberapa pertanyaan yang penting untuk ditanyakan dan dijawab dalam merencanakan ruang dan program ruang dalam rumah idaman anda nantinya, meliputi beberapa hal berikut ini:

  • Berapa jumlah anggota keluarga anda?
  • Berapa usia masing-masing anggota keluarga?
  • Berapa lama waktu yang anda dan keluarga anda habiskan di rumah?
  • Apakah ada orang lain yang akan tinggal di rumah anda?
  • Apakah anda lebih suka ruang yang bersekat atau ruang yang “mengalir”?
  • Berapakah luas tanah/tapak anda?
  • Apakah yang dikatakan peraturan terkait di daerah anda tentang ruang minimal yang harus ada untuk rumah tinggal?
  • Ruang terdiri dari “empat dimensi”, karenanya optimalkan pemanfaatan empat dimensi ruang ini

Beruntung, saya telah menuliskan sebuah artikel mengenai hal ini. Anda dapat langsung menuju artikel saya yang berjudul “Ruang yang Harus Ada pada Rumah Urban” untuk membaca pembahasan lebih lanjut terkait 8 (delapan) pertanyaan di atas.

Nah, pada akhir proses tersebut anda akan mendapatkan daftar berupa ruang-ruang yang anda perlukan sesuai dengan pola aktivitas harian keluarga anda.

Dalam konteks pendidikan arsitektur, biasanya, mahasiswa arsitektur akan diminta untuk membuat Matriks Hubungan Ruang yang akan menjelaskan mengenai keterkaitan antarruang.

Hal ini sepertinya masih diterapkan di banyak jurusan arsitektur di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Namun demikian, saya rasa silabus pendidikan arsitektur memberikan kebebasan dan opsi bagi para mahasiswanya dalam menyusun program ruang. Ada banyak metode penyusunan program ruang yang dapat dipakai, dan mahasiswa tidak harus diajarkan metode yang sama berulang-ulang.

Untuk itu, dalam tulisan ini saya menyarankan anda untuk menggunakan pendekatan yang dikembangkan Professor Bill Hillier dalam mengidentifikasi hubungan ruang dalam rumah idaman anda.

Professor Bill Hillier telah menciptakan metrik untuk mengukur hubungan antarruang dan kaitannya terhadap privasi. Dua bukunya, “The Social Logic of Space” dan “Space is the Machine” menjelaskan secara detail dan mendalam mengenai teori yang dia bangun dan penerapannya dalam riset-riset yang dilakukan oleh timnya.

Terkait hal ini, saya juga telah menuliskannya dalam artikel berjudul “Begini Cara Mengukur Kedalaman Ruangan Rumah Anda“. Anda saya sarankan langsung menuju ke tulisan tersebut dan membacanya.

6. Drafting

Tahap selanjutnya adalah mulai memindahkan semua hasil dari proses sebelumnya ke dalam gambar kerja.

Hal ini seringkali disebut sebagai proses drafting. Hasil akhir dari proses ini antara lain gambar kerja, Bill of Quantity (BoQ) atau catatan lengkap mengenai komponen-komponen yang diperlukan untuk membangun rumah idaman anda, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan rumah anda.

Nah, meskipun dalam tahap ini anda dapat melakukannya sendiri khusus untuk bangunan sederhana, saya menyarankan anda untuk berkonsultasi dengan ahlinya dan setalah selesai mulai mencari pelaksana ataupun tukang yang anda percayai untuk membangun rumah impian anda.

Saya tidak akan secara detail membahas mengenai drafting, pembuatan BoQ, dan RAB dalam artikel kali ini karena hal tersebut telah menukik pada hal-hal yang lebih detil dan teknis.

Saya berharap saya dapat menuliskan panduan sederhana khusus pada poin ke-6 ini pada tulisan saya yang lain, Insya Allah. Namun apabila anda sudah tidak sabar ingin mempelajari bagaimana membuat RAB untuk rumah anda, anda dapat mempertimbangkan untuk membaca buku “Menghitung RAB untuk Membangun dan Merenovasi Rumah Minimalis“.

Semoga, tulisan yang sederhana kali ini dapat memberikan manfaat bagi anda para pembaca semuanya.

Terima kasih telah membaca! Jika anda pikir tulisan ini bermanfaat bagi anda dan rekan anda, maupun orang lain, jangan lupa like dan share tulisan ini dan ikuti FB page kami di sini. 🙂

rumah impian sederhana
Saya bersama teman-teman sekelas. “Mencuri Inspirasi” dari Jerman

 

Referensi:
[1] Lambe, T. W., & Whitman, R. V. (1969). Soil mechanics. New York: Wiley.

 

lazada ID INT
News Reporter
Pegawe nyambi, pemerhati arsitektur, stock fotografer, dan linuxer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!