Mau Cat Rumah? Pilih yang Aman dan Anti Alergi

Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah alergi bukan? Ya, alergi merupakan suatu kondisi dimana tubuh bereaksi terhadap zat-zat alergen yang menyentuh ataupun masuk ke dalam tubuh kita. Reaksi alergi dapat bermacam-macam, seperti misalnya bersin, batuk, sesak nafas, gatal-gatal, dsn sebagainya. Nah, apabila anda sedang berencana untuk mengubah nuansa cat rumah anda, salah satu hal yang penting untuk anda perhatikan adalah pilihlah cat rumah yang aman dan tidak mengandung zat-zat kimia pemicu alergi.

Beberapa hal yang mungkin saja dapat memicu alergi saat anda mengecat rumah atau kamar anda bisa saja berasal dari zat yang terdapat dalam cat itu sendiri maupun partikel-partikel yang beterbangan pada saat proses pengecatan berlangsung. Debu, salah satunya, merupakan alergen yang cukup sering juga menyebabkan masalah khususnya masalah saluran pernafasan maupun iritasi. Sehingga apabila anda hendak melakukan proyek DIY atau do-it-yourself, tentu anda wajib memperhatikan berbagai aspek sehingga aktivitas anda tidak malah menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

Pada berbagai studi, salah satunya laporan studi yang dilakukan The Danish Environmental Protection Agency mengenai “Reducing biocide concentrations for preservation of water-based paints” disebutkan bahwa cat dengan pelarut air atau water-based paint biasanya akan mendapatkan zat tambahan berupa isothiazolinones yang telah diketahui memiliki resiko memicu alergi terlebih apabila penggunaannya tidak sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Untuk cat dengan penambahan zat tersebut biasanya pabrikan akan diwajibkan untuk mencantumkan label terkait resiko alergi yang mungkin ditimbulkan serta diwajibkan mengurangi konsentrasi isothiazolinones sebagai bahan pencampur cat.

Zat ini sendiri sebenarnya dicampurkan ke dalam khususnya cat berpelarut air sebagai upaya untuk meningkatkan keawetan cat/preservasi dengan cara menghilangkan mikroorganisme yang mungkin muncul pada cat berpelarut air.

Sebagai gantinya, The Danish Environmental Protection Agency menawarkan 4 (empat) metode untuk mengurangi konsentrasi zat biocide tersebut, sebagaimana dilaporkan dalam report tersebut di atas. Empat metode itu adalah: penggantian komponen cat yang memicu pertumbuhan mikroorganisme dan bakteri, kombinasi beberapa jenis biocide untuk memperoleh efek terbaik namun dengan konsentrasi paling rendah, dengan mengatur pH dan water activity sehingga meminimalkan resiko munculnya mikroorganisme, serta modifikasi dan inovasi dalam proses pengembangan dan pembuatan cat yang dilaksanakan pada proses produksi.

Artikel Terkait:  Awalnya Hanya Lahan Sempit Bekas Garasi, Tapi Akhirnya...

Namun, demikian, metode tersebut tentu saja hanya dapat dilakukan dengan sempurna pada tahap teknis khususnya pada tahap produksi. Lalu bagaimana dengan kita para konsumen akhir dari berbagai produk cat tersebut?

Nah, sebagai pengguna akhir dari produk cat yang mungkin saja mengandung allergen, kita dapat melakukan hal-hal sederhana untuk menghindari terjadinya alergi pada anggota keluarga yang kita cintai. Beberapa hal yang dapat kita lakukan antara lain:

  • Teliti kemasan cat pada saat membeli. Pastikan cat tidak mengandung zat-zat yang telah diketahui dapat menimbulkan alergi. Teliti dengan seksama apakah terdapat label-label khusus pada kemasan kaleng cat yang menandakan adanya zat alergen;
  • Apabila anda atau keluarga anda memiliki alergi terhadap debu, pilihlah cat yang mudah dibersihkan dari debu yang menempel. Cat yang bukan berpelarut air biasanya akan lebih mudah dibersihkan dari debu yang menempel di cat hanya dengan dilap basah. Apabila anda membersihkan dinding dengan lap basah, segera keringkan dinding dengan lap kering sehingga tidak lembab dan memicu tumbuhnya jamur;
  • Anda dapat memanfaatkan warna dinding alami yang bisa didapatkan dari kombinasi warna serbuk batu bata/genting dan acian dinding, atau kombinasi warna alami lain yang bukan berasal dari cat yang berbahan dasar kimia;
  • Pada saat melakukan pengecatan, upayakan ruangan mendapatkan aliran udara yang cukup sehingga aroma cat yang memenuhi ruangan dapat segera digantikan dengan udara segar dari luar ruangan;
  • Bertanyalah pada orang yang lebih berpengalaman daripada anda, ataupun orang yang keluarganya pernah memiliki permasalahan serupa sehingga anda dapat belajar darinya.

Demikian beberapa tips yang dapat anda lakukan apabila anda sedang berencana mengubah penampilan rumah anda dengan mengaplikasikan warna atau cat dinding baru. Semoga artikel pendek ini dapat bermanfaat bagi anda.

 

Sumber: https://www2.mst.dk/Udgiv/publications/2018/05/978-87-93710-16-0.pdf

lazada ID INT
News Reporter
Pegawe nyambi, pemerhati arsitektur, stock fotografer, dan linuxer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!