Ide Desain dan Gambar Taman Minimalis Bambu

Taman merupakan salah satu bagian dari rumah yang mungkin memiliki fungsi yang sedikit lebih khusus dibandingkan ruang-ruang lainnya dalam suatu rumah. Pada umumnya, taman melayani fungsi estetis dan rekreatif bagi penghuni rumah. Kali ini, rumahdaribambu.com ingin merangkum beberapa contoh ide desain dan gambar taman minimalis bambu untuk pembaca semua.

Mengapa bambu? Bambu mungkin bukan merupakan salah satu jenis tanaman favorit yang dimanfaatkan untuk mempercantik taman rumah anda. Namun siapa sangka bambu memiliki potensi untuk menjadi salah satu elemen taman yang menarik.

Salah satu negara yang banyak memanfaatkan bambu sebagai elemen pembentuk taman di dalam rumah adalah negara Jepang. Taman bergaya “Zen” yang minimalis dan hening rupanya sangat pas dan cocok jika digabungkan dengan bambu.

Taman bergaya Zen biasanya menggunakan beberapa elemen utama seperti pasir atau kerikil, air yang mengalir, pohon bambu, dan pancuran air yang terbuat dari bambu atau batu.

Gabungan antara karakter visual taman zen yang minimalis dengan suara gemerisik daun bambu maupun gemericik air dan butir pasir bisa menghadirkan atmosfer dan suasana rumah yang menyejukkan.

Nah, berikut ini beberapa contoh ide desain dan gambar taman minimalis yang memanfaatkan dan mengombinasikan elemen bambu di dalamnya yang dikompilasi dari berbagai sumber.

Contoh Gambar Taman Minimalis Bambu

1. Taman Arashiyama Jepang – Siapa yang tidak mengenal Taman Bambu “Arashiyama” di Kyoto, Jepang. Taman minimalis yang menampilkan bambu dan jalan setapak kecil sebagai elemen utamanya ini tampil ‘bold’ dan memiliki karakter yang kuat.

Tentunya kebersihan juga merupakan salah satu hal penting yang mampu menghadirkan kesan dan spatial ambience yang kuat.

Sebagaimana kita pahami bahwa bambu merupakan tanaman yang akan banyak menghasilkan ‘sampah’ berupa daun bambu yang berguguran, maka kita harus rajin-rajin dalam membersihkan taman yang menggunakan tanaman bambu sebagai elemen utamanya.

ide desain dan gambar taman minimalis bambu
Taman Bambu Arashiyama Jepang (Sumber: mkitina4 – pixabay.com)

2. Sebuah taman bambu di Jepang – Foto karya saponifier di pixabay.com ini menggambarkan sebuah taman bambu di Jepang. Terlihat dengan jelas penggunaan elemen bambu sebagai center of interest di bagian taman ini.

Bambu yang dipakai disini adalah bambu dengan jenis batang bambu dan daun bambu yang kecil, sehingga lebih mudah dalam pemeliharaannya.

Elemen lain seperti kerikil, jalan setapak kecil, serta pagar dan handrail dengan warna mencolok memberikan aksentuasi yang cukup menarik di taman ini.

Sebuah taman bambu di jepang (Sumber: saponifier – pixabay.com)

3. Ide pagar taman dari kumpulan batang bambu – Gambar berikut ini adalah contoh bagaimana orang jepang yang kreatif dan memiliki perhatian yang besar pada detail dan kerapihan menggunakan batang bambu untuk membuat pagar pada taman.

Tidak seperti di kebanyakan kampung atau desa di Indonesia yang menggunakan batang bambu berukuran agak besar atau bambu belah untuk dijadikan pagar, dalam foto karya jackmac34 di pixabay.com ini terlihat pagar terbuat dari batang bambu yang kecil yang disatukan seperti sapu dengan tali ijuk.

Contoh ide pagar taman dari bambu yang diikat ijuk (Sumber: jackmac34 – pixabay.com)

4. Deck kayu di tengah taman bambu – Biasanya, batang bambu tumbuh dan hanya menyisakan sedikit ruang untuk berjalan atau sirkulasi. Hal ini karena batang bambu umum tumbuh bergerombol sebagaimana rumput-rumputan.

Namun, ada cara untuk mengatasi hal ini. Membuat ruang yang dapat dimanfaatkan sebagai jalan setapak kecil bisa membuat taman bambu lebih mudah untuk ditata dan dinikmati.

Penambahan elemen batu atau dek kayu sebagai perkerasan pada jalan setapak yang telah dibuat tersebut akan menambah daya tarik taman bambu.

Selain itu, hal ini akan meningkatkan keamanan ketika kita melintas di tengah rimbunan bambu mengingat terkadang terdapat hewan-hewan yang cukup berbahaya seperti ular atau serangga berbahaya lainnya.

Deck kayu di tengah taman bambu (Sumber: aeforia – pixabay.com)

5. Memasang elemen bunyi-bunyian dari bambu – Memasang windhanger dari bambu bisa menjadi salah satu ide membuat taman minimalis bambu di rumah anda.

Windhanger akan membuat ambience di taman anda lebih terasa natural dan memiliki efek menenangkan.

Bunyi-bunyian ritmis yang keluar dari windhanger yang mengikuti hembusan angin akan membuat anda dan keluarga menyenangi tinggal di rumah dan menikmati siang yang sejuk di taman rumah anda

Windhanger (Sumber: Dimhou – pixabay.com)

Demikian beberapa ide desain dan gambar taman minimalis bambu yang dapat anda coba praktekkan di taman rumah anda.

Beberapa tips memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun beberapa tips hanya memerlukan biaya sedikit, tergantung kreatifitas kita dalam menggabungkan elemen yang ada.

Semoga bermanfaat! 🙂

Cara agar Rumah Sejuk dan Nyaman di Daerah Tropis

Pernahkah Anda berkunjung ke rumah saudara, teman, atau kolega anda dan menemukan kenyataan bahwa rumah mereka terasa sangat panas dan gerah? Atau barangkali rumah anda sendiri yang selalu terasa panas dan gerah? Nah, berikut ini rumahdaribambu.com akan membahas tentang “Cara agar Rumah Sejuk dan Nyaman di Daerah Tropis” yang mungkin bermanfaat bagi Anda.

Suhu panas di dalam rumah dapat muncul dan dipengaruhi oleh banyak hal. Namun demikian, kondisi panas di dalam rumah kita ini sebetulnya bisa diatasi dengan cara-cara yang cukup sederhana dan murah.

Kondisi Indonesia yang berada pada daerah beriklim tropis yang mendapatkan sinar matahari yang cukup panjang dalam tiap tahunnya, turut memberi andil pada kondisi iklim mikro (micro climate) di dalam rumah kita.

Selain hamburan sinar matahari yang sangat kaya tiap tahunnya, daerah beriklim tropis juga cenderung memiliki karakteristik kelembaban udara yang relatif tinggi. Kelembaban udara secara sederhana merupakan tingkat kandungan uap air dalam udara. Semakin lembab udara maka semakin kurang nyaman bagi manusia penghuni rumah.

Sebenarnya, hal yang akan dibahas dalam tulisan ini sebagian kecil telah dibahas di artikel lain yaitu “Dua Hal Penting bagi Rumah Urban Anda” ini.

Namun, isi artikel ini dimaksudkan untuk memperkaya/melengkapi artikel tersebut mengingat ada beberapa hal tambahan yang penting lainnya.

Lalu, bagaimana trik atau cara agar rumah sejuk dan nyaman meskipun terletak di daerah tropis?

Faktor Kunci agar Rumah Sejuk dan Nyaman

Sebelum menuju kesana, saya ingin mengajukan pertanyaan untuk kita renungkan.

Pernahkah anda berkunjung dan masuk ke rumah berarsitektur tradisional seperti rumah Joglo, atau bangunan yang berarsitektur kolonial (bangunan peninggalan kolonial Belanda) di lingkungan Anda?

Jika anda pernah berkunjung dan memasuki rumah tradisional maupun bangunan kolonial, pastinya anda akan merasakan kondisi iklim mikro dalam bangunan yang lebih sejuk daripada jika anda berada dalam bangunan modern seperti supermarket atau mall (yang tanpa pengatur udara) misalnya.

Apabila anda memperhatikan, saya yakin anda sendiri sudah mendapatkan jawaban atas pertanyaan diawal tulisan ini.

cara agar rumah sejuk dan nyaman
Gedung Marba di Kota Lama Semarang peninggalan arsitektur kolonial. (Sumber: dokumentasi penulis)

Jika anda memperhatikan bangunan tradisional seperti rumah joglo misalnya, maka beberapa hal berikut biasanya akan anda temukan.

Rumah joglo yang lengkap dan asli biasanya dilengkapi dengan pendhapa (ruang terbuka, hanya terdiri dari lantai, tiang dan atap), pringgitan (ruang transisi antara pendhapa dengan ruang/rumah utama/dalem), lalu rumah utama/dalem yang didalamnya terdapat senthong kiwa (kamar kiri) dan senthong tengen (kamar kanan) serta senthong tengah (kamar utama).

Saya tidak akan membahas mengenai filosofinya, melainkan karena konteks yang sedang kita bahas adalah terkait kondisi iklim mikro ruangan, maka kita akan bahas elemen-elemen fisiknya saja yang mempengaruhi kesejukan dan kenyamanan ruangan rumah.

Dalam konteks rumah tradisional Jawa (dalam hal ini Rumah Joglo), maka elemen pembentuknya seperti pendhapa (ruang yang terbuka tanpa dinding dan cukup luas), bentuk atap yang seperti ‘topi’ atau ‘caping’, dan material penyusunnya yang berasal dari kayu masing-masing memberikan pengaruh sendiri-sendiri.

Pendhapa misalnya, karakternya yang tanpa dinding/sekat dan hanya terdiri dari lantai-tiang-atap dengan luas yang cukup besar memungkinkan pergerakan udara/pergantian udara di area rumah menjadi cukup baik.

Pertukaran udara yang sangat mudah ini di area pendhapa tentunya menjamin udara panas segera tergantikan dengan udara yang lebih dingin/sejuk.

Dikombinasikan dengan arah hadap rumah joglo yang menghadap ke arah Selatan (laut selatan), maka udara sejuk ini akan dengan mudah tertiup angin dan masuk ke rumah utama khususnya pada siang hari dan membawa kesejukan di rumah bagian dalam.

Sementara itu, bentuk atap seperti topi atau caping memungkinkan dinding-dinding rumah terlindungi dengan tritisan yang cukup panjang. Tritisan ini selain membantu menciptakan naungan (shade), juga berfungsi menanggulangi tampias saat musim penghujan.

Sedangkan material bangunan yang sebagian besar dari kayu memberikan efek sejuk di siang hari sekaligus hangat di malam hari.

Nah, lalu bagaimana dengan bangunan berarsitektur kolonial seperti gedung Marba di atas?

Ternyata, arsitek-arsitek pada masa kolonial dulu sudah cukup bijak dan memperhitungkan betul-betul kondisi iklim tropis Indonesia saat mereka merancang dan membangun bangunan-bangunan berarsitektur kolonial.

Faktor kunci pada bangunan kolonial yang memberikan andil terhadap kondisi iklim mikro yang sejuk merupakan kombinasi dari beberapa strategi arsitektural, yaitu: plafon/ceiling yang cukup tinggi, bukaan (pintu/jendela) yang lebar dan cukup tinggi, serta penggunaan tritisan dan koridor-koridor pada layer terluar bangunan.

Namun, selain itu, banyak juga bangunan kolonial yang memperkenalkan “inner courtyard” sebagai ruang bernafas bagi bangunan untuk membantu ruang-ruang bagian terdalam dari suatu bangunan/rumah agar tetap mendapatkan pasokan udara segar dan sejuk yang cukup.

Selain itu, baik bangunan tradisional seperti rumah joglo maupun bangunan kolonial juga memanfaatkan elemen seperti tumbuhan (pohon/perdu/tanaman rambat) dan elemen air (kolam/air mancur) untuk turut memberikan efek sejuk di dalam ruangan.

cara agar rumah sejuk dan nyaman
Contoh bangunan bergaya joglo (Pondok Tingal – Borobudur, Magelang) (Sumber: dokumentasi pribadi)
cara agar rumah sejuk dan nyaman
Pemanfaatan tanaman dolar untuk membuat dinding terasa sejuk (Rumah dr. Antok) (Sumber: dokumentasi proyek pribadi)
cara agar rumah sejuk dan nyaman
Menanam tanaman rambat di pagar bangunan (Rumah dr. Antok) (Sumber: dokumentasi proyek pribadi)

Nah, itulah beberapa tips yang dapat anda praktikkan jika anda ingin kondisi iklim mikro ruangan rumah anda lebih nyaman.

Sebagai wrap up, berikut beberapa tips atau cara agar rumah sejuk dan nyaman di daerah tropis:

  • pastikan jarak antara lantai dengan plafon (floor to ceiling) cukup tinggi;
  • jika memungkinkan, gunakan bukaan (pintu dan jendela) yang lebar/tinggi. Opsi lainnya adalah dengan membuat dinding ‘yang dapat bernafas’ dengan memasang blok roster dengan luasan yang cukup (cross ventilation);
  • pastikan ruangan mendapatkan naung yang cukup. Anda dapat gunakan tritisan, tumbuhan rambat, teralis/kerai, pohon, dsb.;
  • buat ruangan antara yang berfungsi (secara iklim mikro, bukan secara filosofis) mirip dengan pendhapa atau teras;
  • gunakan material bangunan yang alami seperti bambu atau kayu;
  • sediakan elemen tambahan seperti taman kecil di dalam rumah, atau jika rumah lebih luas dapat dibuat inner courtyard dibagian dalam rumah, atau elemen kolam/air mancur. Khusus untuk elemen kolam, perlu selalu dipelihara agar sehat dan tidak menjadi sarang serangga.

Mungkin sebagian tips lebih tepat dipraktikkan sejak saat perencanaan/perancangan rumah anda (seperti membuat bukaan pintu dan jendela yang lebar, plafon yang tinggi), dan sebagian dapat dilakukan bahkan pada saat bangunan rumah anda sudah jadi/ada (penambahan tritisan, penambahan elemen tanaman/tumbuhan rambat atau pohon, penambahan elemen kolam/air mancur, dsb).

Bagaimana pun, semoga beberapa tips tadi dapat membantu anda dalam mengupayakan agar kondisi rumah anda lebih enak. Semoga artikel “cara agar rumah sejuk dan nyaman di daerah tropis” ini bermanfaat bagi anda, para pembaca semuanya. 🙂

Wassalam..

GSB

Selain GSB, Perhatikan 55 Aturan dan Standard Membangun Rumah Sederhana Ini

Tahukah anda, bahwa ternyata untuk membangun satu rumah sederhana sehat, anda perlu memperhatikan banyak aturan atau standard lain selain memperhatikan GSB (Garis Sempadan Bangunan) misalnya? Ya, kurang lebih terdapat 55 Standar Nasional Indonesia (SNI) yang perlu anda perhatikan jika anda menginginkan rumah sederhana anda menjadi rumah yang sehat, aman, dan nyaman untuk anda tinggali. Wah, ternyata banyak sekali ya..

Nah, kali ini rumahdaribambu.com ingin membahasnya sekilas untuk anda para pembaca!

Sebagaimana dikutip dari paparan Prof. Ir. Arief Sabaruddin, CES, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman yang juga merupakan Peneliti Utama, terdapat cukup banyak standard/aturan SNI dalam membangun RSh. Aturan tersebut meliputi aturan dalam aspek: Arsitektur, Limbah dan Sampah, Air Bersih, Drainase, Konstruksi Atap, Perencanaan, Lantai, Listrik, Plafond, Pondasi, Kusen Pintu dan Jendela, Dinding, Balok, Kolom, dan Sloof.

GSB
RSh ber-SNI (Sumber: Puslitbang Perumahan dan Permukiman, Kementerian PUPR)

1. Arsitektur

Terdapat 5 (lima) Standard Nasional Indonesia (SNI) yang perlu diperhatikan dalam aspek Arsitektur RSh, yaitu:

SNI 03-1979-1990: Spesifikasi Matra Ruang untuk Rumah Tinggal

Spesifikasi ini adalah spesifikasi yang mengatur perencanaan ukuran ruangan sesuai standard ukuran dan ergonomi manusia. Spesifikasi ini meliputi ketentuan matra ruang minimum dalam perencanaan teknis rumah tinggal yang didasarkan pada ukuran tubuh dan aktivitas manusia agar diperoleh efisiensi penggunaan ruang dan bahan bangunan.

SNI 03-6572-2001: Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung

Spesifikasi/standar ini adalah standar yang mengatur mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan saat kita merancang sistem ventilasi udara pada rumah tinggal dan bangunan gedung lain.

SNI 03-2396-2001: Tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung

Spesifikasi/standar ini adalah standar yang mengatur tentang hal terkait yang harus diperhitungkan saat akan merancang bukaan-bukaan pencahayaan alami pada bangunan dan rumah tinggal. Dua hal ini, pencahayaan dan penghawaan alami pernah kami bahas secara sederhana pula di artikel “Dua Hal Penting Bagi Rumah Urban Anda: Udara dan Cahaya”.

SNI 03-6575-2001: Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedung

Spesifikasi/standar ini adalah standar yang mengatur tentang hal terkait yang harus diperhitungkan saat akan merancang sistem pencahayaan buatan (artificial lighting) pada bangunan dan rumah tinggal.

SNI 03-1977-1990: Spesifikasi koordinasi modular bangunan rumah dan gedung

Spesifikasi ini sangat bermanfaat bagi para perancang produsen bahan bangunan dan komponen bangunan sehingga desain bahan bangunan dapat mendorong efisiensi penggunaan bahan/material.

2. Limbah dan Sampah

SNI terkait limbah dan sampah yang perlu diperhatikan antara lain:

SNI 03-2398-2002: Tata Cara Perencanaan Tangki Septik dengan Sistem Resapan

Salah satu jenis limbah yang perlu diperhatikan guna menjaga agar rumah kita tetap sehat adalah limbah kotoran padat manusia. Dengan spesifikasi/standar ini diharapkan rumah anda menjadi lebih sehat dan lingkungan juga terjaga.  

Pd T-02-2004-C: Pedoman Konstruksi dan Bangunan: Pengoperasian dan Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga dengan Tangki Biofilter

Selain dengan sistem resapan, tentunya penerapan teknologi seperti teknologi biofilter juga dapat menjadi alternatif untuk diterapkan.

SNI 19-7029-2004: Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik

Spesifikasi ini menjelaskan mengenai persyaratan kandungan kimia, fisik, dan bakteri yang harus dicapai dalam olahan sampah organik domestik menjadi kompos.

Pd-T-15-2003: Tata Cara Pemasangan dan Pengoperasian Komposter Rumah Tangga Individual dan Komunal

3. Air Bersih

SNI berikut ini membahas mengenai spesifikasi aspek Air Bersih untuk bangunan gedung:

SNI 06-0135:1987: Sambungan Pipa Pvc Untuk Saluran Air Minum

Spesifikasi ini membahas mengenai sambungan pipa PVC yang diperuntukkan untuk saluran air minum.

SNI 03-2916-1992: Spesifikasi Sumur Gali untuk Sumber Air Bersih

Spesifikasi terkait sumur gali yang digunakan sebagai sumber air bersih.

Pt-S-05-2000-C: Spesifikasi bak penampungan air hujan untuk air bersih dari pasangan bata

Spesifikasi bak penampung air hujan.

SNI 03-2453-2002: Tata cara perencanaan teknik sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan

Spesifikasi dan cara perencanaan sumur resapan air hujan / rain water harvesting system.

SNI 06-0084:2002: Pipa PVC untuk saluran air minum

Spesifikasi pipa PVC untuk saluran air minum.

SNI 03-7065-2005: Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing

Spesifikasi dan tata cara perencanaan sistem perpipaan.

SNI 2418-2-2009: Pengukuran aliran air dalam saluran tertutup untuk meter air minum Bagian 2 : Persyaratan pemasangan meter air minum

 

gsb

4. Drainase

SNI berikut ini membahas mengenai drainase:

SNI 06-2459-2002: Spesifikasi Sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan

5. Konstruksi Atap

SNI berikut ini membahas mengenai spesifikasi konstruksi atap:

SNI 3434-2008: Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

SNI 7538.1-2010: Kayu gergajian daun lebar – Bagian 1: Klasifikasi, persyaratan dan penandaan

SNI 0096 : 2007: Genteng beton

SNI 03-2095-1989: Genteng keramik

6. Perencanaan

SNI berikut ini khusus menyoroti persoalan perencanaan:

SNI 1726 : 2012: Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung

SNI 1727 : 2013: Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain

SNI 1733 : 2004: Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan

7. Lantai

SNI yang membahas mengenai spesifikasi dan standard lantai yaitu:

SNI 03-4062:1996: Ubin lantai keramik berglasir

SNI 7395 : 2008: Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

SNI ISO 13006:2010: Ubin keramik – Definisi, klasifikasi,karakteristik dan penandaan

8. Listrik

SNI 04-2699:1999: Kabel berisolasi dan berselubung PVC tegangan pengenal 300/500 volt (NYM)

9. Plafond

SNI 2839:2008: Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan langit-langit untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

SNI 03-1027:1989: Lembaran Asbes semen rata (saat ini untuk bahan/material dengan Asbestos sudah dihindari karena berpotensi merugikan kesehatan apabila serat asbestos terhirup dan masuk dalam pernafasan)

10. Pondasi

SNI 2836 : 2008: Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

SNI 03-1968:1990: Agregat halus dan kasar

11. Kusen Pintu dan Jendela

SNI 3434-2008: Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

SNI 7538.1-2010: Kayu gergajian daun lebar – Bagian 1: Klasifikasi, persyaratan dan penandaan

12. Dinding

SNI 15-2094-2000: Bata merah pejal untuk pasangan dinding

SNI 03-0349-1989: Bata beton untuk pasangan dinding

13. Balok

SNI 6897 : 2008: Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

SNI 7395 : 2008: Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

SNI 15-2094-2000: Bata merah pejal untuk pasangan dinding

SNI 07-2052:2002: Baja tulangan beton

SNI 03-0349:1989: Bata beton untuk pasangan dinding

14. Kolom

SNI 7394 : 2008: Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

SNI 07-2052:2002: Baja tulangan beton

SNI 15-2049:1994: Semen portland

SNI 2847 : 2013: Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung

15. Sloof

(idem dengan persyaratan Kolom)

Nah, bukan hanya GSB saja kan aturan yang terkait bangunan rumah tinggal sederhana yang harus diperhatikan? GSB atau garis sempadan bangunan memang penting, namun ternyata banyak aturan dan standar lain yang juga penting yang harus diperhatikan saat kita merencanakan rumah tinggal.

Semoga bermanfaat ya 🙂

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!